‘Kemeja Cokelat’ dan Tabung Gas

675

TRANSTIPO.com, Mamasa – Banyak cara menggandakan profesi. Pekerjaan pokok tentu hanya satu. Memilih kerja sampingan sebagai penjual gas, ini terbilang langka untuk seorang polisi.

Bripka Sophan Anshar, sehari-harinya adalah anggota Bhabinkamtibmas di Kepolisian Sektor (Polsek) Mamasa. Bripka Sophan bertugas di tiga desa, yakni Desa Bombonglambe, Desa Lemsa, dan Desa Pebassian, Kecamatan Mamasa.

Kepuasan Sophan Anshar sebagai seorang polisi sudah tak perlu ditimbang lagi. Ia setia pada korps, dan terlebih pada Negara. Tapi mengapa ia memilih menambah kerja lain alias sampingan lagi? Hanya Sophan Anshar yang tahu.

Apa pekerjaan sampingan lelaki ini? Ia menjual tabung gas keliling di wilayah Kecamatan Mamasa.

Sophan Anshar menjual tabung gas keliling sejak tahun 2012. Tak sedikit pun rasa malu dalam menggeluti pekerjaan tambahan ini. Ia hanya ingin menambah penghasilan, dan dalam dirinya tumbuh jiwa entrepreneurship (wirausaha).

“Saya jadi polisi sejak tahun 2002 yang ditempatkan di Polewali Mandar. Setelah itu pindah ke Mamasa. Sejak di Mamasalah saya mulai berbisnis sampingan, tanpa melupakan tugas utama saya sebagai polisi,” kata Sophan Anshar.

Bripka polisi ini berkisah.

“Sejak awal saya bertugas di Mamasa, saya sengaja berkeliling untuk melihat kehidupan masyarakat di tempat tugas saya. Ternyata masyarakat di sini (Mamasa) kebanyakan membutuhkan tabung gas 3 kg. Akhirnya saya coba menjual tabung gas. Sekalian juga membantu masyarakat mendapatkan apa yang dibutuhkan,” cerita Sophan Anshar di Kantor Polsek Mamasa, Rabu, 24 Agustus 2016.

Masih cerita Sophan, mula-mula dirinya berhubungan dengan Abdul, seorang penjual tabung gas di Polewali Mandar. Abdul meminjamkan tabung gasnya kepada Sophan sebanyak 50 buah tabung.

“Waktu itu saya jual Rp 25.000/tabung. Saya titip di kios-kios dalam kota Mamasa. Kini, saya sudah bisa menjual tabung gas sebanyak 320 buah di Kecamatan Mamasa.

Berkat bisnis tabung gas yang dilakoninya empat tahun belakangan ini, kini – aku Sophan Anshar – sudah bisa beli satu mobil pick-up untuk keperluan mendukung usaha jual tabung gas.

“Alhamdulillah, kini penghasilan saya perbulan sudah mencapai puluhan juta rupiah,” aku ayah empat anak ini.

Berapa pun penghasilan Sophan Anshar di balik gemerlapnya gas “pembakar” itu, dirinya mengaku tak akan pernah meninggalkan dunia kepolisian.

“Saya akan setia jadi polisi, dan terus beri pelayanan kepada masyarakat banyak,” kunci Bripka Sophan.

FRENDI CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR