Seorang anak yang diduga terserang campak melakukan pengobatan di Posko Kesehetan, Tabulahan, Sabtu, 17 Februari 2018. (Foto: Frendy Christian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Penyakit campak adalah salah satu dari ribuan penyakit yang jika tak ditangani dengan cepat akan berakibat fatal bagi pederita.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, dr. Hajai S. Tanga, menyusul adanya sejumlah warga Desa Malatiro, Kecamatan Tabulahan yang terserang penyakit yang mirip dengan campak.

Ada sekitar 48 orang di Desa Malatiro, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa yang terserang penyakit dengan gejala mirip campak dan sangat membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak terkait.

Saat ini sejumlah petugas kesehatan baik dari Puskesmas setempat serta tim kesehatan dari kabupaten yang tergabung dalam tim reaksi cepat, sudah lima hari membuka posko pengobatan di perkampungan tua di Desa Malatiro.

“Demi mengantisipasi adanya pasien yang parah, kita langsung bergerak termasuk menurunkan salah satu tenaga dokter ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan ke sejumlah pasien. Gejala-gejala yang ditemukan mirip penyakit campak, namun harus dipastikan terlebih dahulu melalui uji labolatorium. Kami sudah mengambil beberapa sampel untuk dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, dr. Hajai, yang dikonfirmasi di posko penanganan pasien, Sabtu kemarin, 17 Februari 2018.

Sementara Kepala Puskesmas Tabulahan Iriana, yang juga berada di lokasi posko penanganan mengatakan, hal itu terjadi karena kurangnya kesadaran penduduk setempat akan pentingnya tenaga kesehatan termasuk imunisasi bagi anak–anaknya.

Bagi sejumlah masyarakat yang berada daerah itu masih kental dengan adat istiadat termasuk masih memegang teguh aliran kepercayaan mereka.

Dikonfirmasi terkait kesediaan obat-obatan di posko penanganan pasien, ia mengungkapkan masih sangat cukup karena pihak dinas kesehatan sudah tiba di lokasi dengan membawa sejumlah obat-obatan. Hanya saja masih kekurangan tenaga dokter.

“Obat-obatan masih sangat cukup, hanya saja kita kekurangan tenaga dokter karena yang bisa diagnosa sebuah penyakit itu hanya dokter,” kata Iriana.

Menurut Iriana, pada Desember lalu di kecamatan tersebut, pernah ada sekitar 6 orang masyarakat terkena penyakit dengan gejala yang sama, 3 diantaranya dinyatakan positif campak. Namun saat itu bisa tertangani dengan cepat hingga tidak merebak.

Berbeda dengan penyakit yang mereka derita sekarang karena telah menyerang atau merebak ke banyak orang.

Sementara, Camat Tabulahan yang juga berada bersama tim kesehatan di posko pengobatan menuturkan, pihaknya berterima kasih atas tim reaksi cepat yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa.

“Sangat dibutukan profesionalisme tenaga kesehatan yang bisa melakukan pendekatan bagi warga di sini agar masyarakat bisa menyadari pentingnya kesehatan. Dan, juga bisa diterima di masyarakat karena sebagian masyarakat yang ada di desa ini masih punya pendekatan kearifan lokal yang masih terjaga,” tuturnya.

Dari pantauan transtipo.com pada Sabtu sore, sejumlah tim kesehatan sudah bergeser ke Posyandu Desa sambil melakukan pemantauan ke sejumlah rumah-rumah warga.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR