Daniel, Kepala Desa Talimbung, Tanduk Kalua, Mamasa, Sulbar. Ia sedang berdiri menampakkan ‘tampangnya’ dengan sedikit sumringah persis di atas pucuk puncak Liarra, Minggu, 10 September 2017. (Foto: Frendi Christian)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Mendadak kedatangan ‘tamu tak diundang’ membuat Daniel tak bergeming. Lelaki ini adalah Kepala Desa Talimbung, Tanduk Kalua, Mamasa, Sulbar.

Daniel tentu wajar jika ia tak kuasa duduk berpangku kaki di rumahnya. Obyek wisata baru yang ramai dikujungi banyak orang—terutama pada Sabtu dan Minggu akhir pekan kemarin—membuatnya tergerak untuk ikut ‘menyelam’ dalam kegembiraan bersama ‘tamunya’ itu.

Di mana ‘tamu tak diundang’ dimaksud di atas? Apalagi kalau bukan di Buntu Liarra—kawasan puncak sumber ‘laron-laron’ datang menyemut, lalu bermalam di situ.

Pada Sabtu malam, 9 September lalu itu, ratusan orang—yang sama sekali tak dikenal Daniel—bermalam di wilayahnya yang tinggi temaram cahaya dengan suhu yang dingin nian.

Daniel juga ikut bermalam di puncak wisata itu bersama para wisatawan lokal. Mereka datang untuk menyaksikan ‘negeri di atas awan’—sebuah fenomena alam yang kini jadi pemantik orang datang ke sana, juga tentu ‘uang kecil mengalir di situ’.

Kehadiran Daniel—sebagai kepala desa tentunya—sudah barang pasti adalah bentuk respon positif selaku pemangku pemerintahan di desa itu.

Daniel, dan sejumlah tokoh masyarakat di desanya, dengan hadirnya di puncak itu, adalah sebuah perspektif dukungannya pada penjagaan obyek wisata ini.

“Objek wisata tersebut adalah sebuah kekayaan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Mamasa yang harus dijaga. Sebagai pemerintah desa, ke depan ia akan berupaya membuat objek wisata Buntu Liarra menjadi lebih indah. Ia akan benahi sejumlah fasiltas untuk menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” janji Daniel yang diutarakan kepada transtipo.

Selain itu, katanya, ia himbau agar setiap pengunjung yang datang tetap menjaga kebersihan di lokasi objek wisata itu.

“Saya juga minta agar Pemkab Mamasa membantu benahi lokasi obyek wisata Buntu Liarra. Yang paling perbaikan jalan menuju puncak wisata itu,” tutup Daniel.

FRENDI CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR