Tampak beberapa anak sekolah dasar meniti di atas dua batang bambu sebagai jembatan alternatif. Akibat hujan dan pipa PDAM yang bocor, longsor kemudian menghantam berkali-kali jembatan di Desa Buntubuda dan Desa Mambulilling, Mamasa, beberapa waktu lalu. (Foto: Frendy Cristian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Hujan deras yang mengguyur Mamasa, pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) jadi bocor. Akibatnya, jalan penghubung antara dua desa, yakni Desa Mambulilling dengan Desa Buntubuda Kecamatan Mamasa rusak lagi, untuk kesekian kalinya.

Saat ini, atau sejak tulisan ini dibuat, jalan penghubung di dua desa tersebut putus total. Beberapa bulan lalu jalan ini juga kena longsor lalu diperbaiki oleh kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa.

Menurut pengakuan warga, anggarannya puluhan juta rupiah untuk pembuatan talud. Dulu, ketika talud ini dibikin, warga desa kesal sebab pembuatan talud berbahan bambu dan rumput liar saja.

Sekitar tiga bulan lalu, longsor kembali terjadi dan mengakibatkan pipa PDAM putus. Hingga kini belum ada perbaikan dari pemerintah, kecuali sempat ditinjau oleh BPBD Mamasa. Informasi ini dari dari seorang warga Pampang yang kerap melintas di jalan ini, beberapa waktu lalu.

“Sebelumnya saya telah menduga longsor akan kembali terjadi sebab pipa PDAM hanya bergantung pada tiang bambu. Tak mungkin mampu menahan beban pipa yang melintas, apalagi hujan deras terus turun mengguyur badan jalan. Dan, terbukti pipa tersebut sudah beberapa kali putus di tempat ini, akibatnya jalan ini sudah putus total,” kata Pampang lagi.

Bahaya lainnya, sekitar lima rumah warga terancam. Mulai dari rumah yang paling dekat dengan tanah rawan longsor hingga beberapa rumah yang ada di deretan bawahnya.

Seorang pemuda di Desa Buntubuda, Mamasa, Frendy, mengatakan kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Sepertinya ada pembiaran dari pihak yang pemerintah.

“Kami sangat menyesalkan kenapa persoalan ini yang sudah lama terjadi—bahkan sudah kesekian kalinya terjadi—tak kunjung diperbaiki, padahal ini adalah jalur akses perekonomian  masyarakat dari dua desa: Desa Buntubuda dan Ddesa Mambulilling. Belum lagi setiap hari anak sekolah harus bertarung nyawa untuk melintasi jalur ini. Tidak ada jalur lain kecuali harus melewati jembatan yang hanya terdiri dari dua batang  bambu,” kata Frendy.

Frendy juga menyesalkan para tokoh masyarakat dan wakil rakyat yang berdomisili di dua desa tersebut yang tak bisa menyuarakan persoalan ini.

“Ini kebutuhan warga Buntubuda dan Mambulilling yang sangat mendesak,” tegas lelaki ini.

Jembatan yang menghubungkan dua desa yakni Buntubuda dan Mambulilling rusak parah. Hubungan antardua desa di Mamasa ini terputus pula. Longsong terjadi beberapa waktu lalu. (Foto: Frendy Cristian)
Jembatan yang menghubungkan dua desa yakni Buntubuda dan Mambulilling rusak parah. Hubungan antardua desa di Mamasa ini terputus pula. Longsong terjadi beberapa waktu lalu. (Foto: Frendy Cristian)

FRENDY CRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR