“Gedung Bundar” Kunjungi Pemkab Mamasa

557

TRANSTIPO.com, Mamasa – Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta bentuknya bundar, makanya publik di Jakarta kerap menyebutnya ‘Gedung Bundar’.

Asisten Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Heri Jerman mengunjungi Kantor Kajari Mamasa, Jumat, 23 September 2016.

Heri Jerman datang ke Mamasa bersama 4 orang staf di bidang pengawasan di Kajati Sulselbar.

Saat diwawancara sejumlah awak media, Heri Jerman tak menyebutkan secara detail hal-hal apa saja yang menjadi objek pemeriksaan di Kajari Mamasa. Namun secara singkat dia menyebutkan bahwa kedatangannya ke Mamasa kali ini dalam rangka melakukan inspeksi dan pemantauan.

Saat ditanyakan, apakah kedatangannya ada kaitannya dengan kaburnya pasangan suami istri pengedar narkoba yang berstatus tahanan kejaksaan saat sidang di Pengadilan Negeri Polewali beberapa waktu lalu?

Heri membantahnya. “Saya baru tahu sekarang kalau ada tahanan narkoba yang lari. Nanti saya lihat laporannya dulu, dipelajari lalu melakukan telaah dan diperiksa,” tandas Heri.

Mengenai sejumlah kasus dugaan korupsi yang saat ini yang ditangani oleh Kajati Sulselbar, Heri mengaku tak bisa berkomentar banyak sebelum lihat berkasnya.

Katanya, akan lihat lebih dulu sudah sejauh mana penanganannya, apakah masih dalam tahap penyelidikan atau penyidikan, karena kalau dalam tahap penyelidikan maka belum dalam tahap proyustisia, masih mencari-cari informasi. Tapi kalau penyidikan, sudah pengumpulan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi.

“Sebagai asisten pengawasan, saya wajib mengingatkan semua bidang, bukan tugas saya untuk menyelesaikan kasus-kasus tapi saya wajib bertanya pada mereka, kenapa tak selesai, sudah sejauh mana penanganannya,” jelas Heri.

Sejumlah kasus Korupsi yang dimaksud Heri adalah kasus dugaan korupsi dana bansos, dana penyelenggaraan Pilkada 2013, dan yang terbaru adalah pembangunan tanggul penahan banjir sungai Mamasa 2015.

FRENDY CRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR