Dyenti Loan: “Jangan Halangi Aku ke Senayan”

346

Judul di atas merupakan refleksi rintihan hati sang putri Dyenti Loan. Ia adalah putri dari Mamasa yang “digagalkan” mewakili Provinsi Sulbar ke tingkat nasional.

TRANSTIPO.com, Mamasa – Keramaian ini bermula dari sebuah postingan di media sosial Mamasa Community. Isinya tentang duta pariwisata Mamasa, Dyenti Loan, yang diduga posisinya tergantikan oleh orang lain untuk mewakili Provinsi Sulbar beradu konteks kecantikan di tingkat Nasional. Hingga kini, perbincangan itu belumlah mereda.

Untuk menuliskannya menjadi sebuah reportase ringan, kru laman ini coba menemui salah seorang keluarga Dyenti Loan. Namanya Christianigrum, kerabat Loan, membalas konfirmasi melalui messenger pada Selasa siang, 18 April 2017.

Dari kisah Cris, tahun lalu Dyenti Loan mengikuti kompetisi pemilihan putri. Ia mewakili Kecamatan Pana, dan ia berhasil menjadi juara I pada pemilihan putri Indonesia (PPI) tingkat Kabupaten Mamasa. Pada Oktober 2016 lalu, Dyenti Loan mewakili Kabupaten Mamasa dalam pemilihan putri Indonesia (PPI) tingkat Provinsi Sulbar.

Alhasil, Dyenti Loan kembali menjuarai kontes tahunan ini, dan itu berarti Loan berhak mewakil Provinsi Sulbar ke event nasional. Namun, masih cerita Cris, entaj mengapa Dyenti Loan tak jadi berangkat ke Jakarta. Sumir kabar terendus, Dyenti digantikan oleh orang lain—yang dikalahkannya pada kontes lalu.

“Sebenarnya kami tak menuntut, tapi kami hanya butuh konfirmasi dari pihak terkait soal penggantian Dyenti ini,” kata Christianigrum kepada laman ini.

Dugaan penggantian nama Dyenti yang berhak mewakili Sulbar juga ditanggapi serius oleh sejumlah Anggota DPRD Mamasa, salah satunya Elis Demmatakko (PKPI). Menurutnya, hal itu seharusnya tak perlu terjadi. “Yang dikirim ke tingkat nasional adalah yang juara satu,” kata Elis.

Sekadar diketahui, tahun 2016 lalu Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa melaksanakan seleksi ‘Baine Matta dan Muane Masokan’.

Masih menurut Elis, “Kita bangga karena Kabupaten Mamasa diundang langsung oleh Kementerian Pariwisata untuk mewakili Sulbar. Jadi alangkah baiknya jika kita jemput kegiatan ini dengan baik, dan secara profesional tanpa melihat kepentingan pribadi dengan satu tujuan, yakni ingin melihat Mamasa lebih baik. Dengan dijadikannya Mamasa sebagai destinasi Wisata di Sulbar, ya, inilah saatnya kita membuka sayap untuk keluar mengenalkan objek wisata yang ada di kampung kita. Sepatutnya pemerintah daerah memberi semangat kepada yang unggul, bukan mematikan karakter anak-anak kita,” kritik Elis Demmatakko.

Sementara Jufri Samboma’dika, anggota dewan lainnya, ketika dikonfirmasi via  messenger mengatakan, soal penggantian nama Dyenti Loan yang kini viral di medsos, seharusnya diklarifikasi kebenarannya dulu. Menurut Jupri, jika hal itu benar maka jelas sangat disesalkan dan ini akan merusak mental anak-anak yang selama ini berprestasi dalam dunia pemilihan putra-putri terbaik di Mamasa.

Dampak buruk lainnya, kata Jufri, akan mengerdilkan minat anak- anak di Mamasa untuk mengikuti kegiatan pemilihan ‘Baine Matatta dan Muane Masokan’ karena mereka menganggap tak ada gunanya kegiatan semacam itu.

“Dan akan menjadi preseden buruk bagi Mamasa, sebab itu sebagai wakil rakyat minta agar Kadis Pariwisata Mamasa menjelaskan ke publik terkait hal tersebut,” ujar Jupri, kader Partai Golkar di DPRD Mamasa.

Sayang, dalam jurnalisme ‘tak dibolehkan’ mengutip sesukanya komentar netizen di laman facebook mereka. Jika saja semuanya ‘bebas tak bertanggungjawab’, laman ini akan lebih banyak menampilkan kritik pedas terhadap dinas pariwisata soal ‘penzaliman’ putri Loan itu.

Upaya konfirmasi terhadap punggawa Dinas Pariwisata Mamasa, namun hasilnya nihil. Upaya itu dilakukan pada Rabu, 19 April 2017, namun kepala dinas dimaksud tak berada di tempat—termasuk kepala bidang yang menangani urusan putri Loan.

Penjelasan sejumput hanya datang dari Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Mamasa Sugianto. Namun lelaki ini tak bersedia beri komentar tentang persoalan itu.

“Saya tak bisa memberi komentar soal ini. Karena pengambil kebijakan ya kepala dinas. Saya tak mengetahui apakah ada pergantian atau tidak,” kata Sugianto, datar.

Hingga berita ini ditulis, kru laman ini masih berusaha konfirmasi ke kadis pariwisata namun tak bersambut dengan gembira.

FRENDY CRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR