Kantor Kejati Sulselbar, Makassar, Sulsel. (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Sejumlah pekerjaan proyek di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) yang diduga menyalahi bestek atau dikerja tak keruan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Kejati Sulselbar) di Makassar, Sulsel.

Sejumlah pekerjaan proyek yang dilaporkan itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2013 hingga 2017.

Pelapor adalah salah seorang warga Mamasa bernama Boby Patalangi. Ia melapor ke Kejati Sulselbar beberepa waktu lalu.

Menurut Boby, beberapa pekerjaan proyek yang dilaporkan itu di antaranya, peningkatan jalan di Nosu-Ulusalu senilai Rp. 7.124.970.000; peningkatan jalan Tamalantik-Melangkena Padang senilai Rp. 5,9 miliar;

Proyek transmigrasi Botteng senilai Rp.15 miliar; perbaikan darurat bencana alam 2016 Desa Taupe, Desa Buntubuda, dan Desa Mambulilling senilai Rp. 1.290.905.000; pembangunan darurat bencana Jembatan Tedong- Tedong senilai Rp. 1.211.817.000; dan pembangunan Jembatan Makau di Desa Buntubuda senilai Rp. 309.546.000; dan peningkatan jalan Mambi-Bambang seilai Rp. 4,9 miliar.

“Saya hanya sebatas mempertanyakan sejumlah proyek, yang saya nilai dikerja asal-asalan, sesuai kenyataan di lapangan. Dan, jika terbukti ada penyimpangan dalam pekerjaan itu, saya minta agar segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkap Boby kepada sejumlah awak media, Rabu, 6 November 2017.

Selain itu ia mengatakan, dirinya memasukkan laporan tanpa adanya dorongan dari siapapun, namun karena prihatin terhadap sejumlah pekerjaan yang di kerja asal-asalan, dan ini merugikan masyarakat Kabupaten Mamasa.

“Jika ini lambat diproses, saya rencana akan melangkah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Saya sudah tiga kali memasukan laporan, dan laporan yang saya masukkan semuanya dapat saya pertanggungjawabkan,” aku Boby Patalangi sembari menujukkan bukti laporan yang sudah dimasukkan ke Kantor Kejati Sulselbar.

Laman ini coba mengonfirmasi ke Humas Kejati Sulselbar melalui layanan Whatsaap terkait laporan tersebut, namun belum ada jawaban.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR