Di Pilkada Mamasa, GTM Serukan Tolak Politik Uang

418

TRANSTIPO.com, Mamasa – Jelang tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mamasa 2018  mendatang, Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Toraja Mamasa (BPMS-GTM) menghimbau semua warga GTM dan semua masyarakat Mamasa agar memilih pemimpin dengan hati nurani bukan karena uang.

“Berdasarkan keputusan sidang tahunan BPMS-GTM tahun 2017 sangat disarankan agar semua BPM disemua lingkup untuk terus memberikan pembinaan ke pejabat gerejawi  dan warga jemaat untuk melawan politik uang (money politic) pada semua pemilihan pimpinan disemua tingkatan pemerintahan,” ujar Ketua BPMS GTM Hengki Gunawan, Jumat, 13 Oktober 2017.

Menurut Hengki Gunawan, warga harus didorong agar mengedepankan hati nurani dalam memilih pemimpin di Mamasa yang akan datang dengan melepaskan diri dari pengaru-pengaru kepentingan yang bersifat sesaat sehingga masyarakat dapat memilih dengan melihat figur yang menurut penilaiannya punya rekam jejek yang baik serta milihat visi dan misi yang di tawarkan oleh para calon yang tentunya bisa membawa perubahan untuk Mamasa ke depan  tanpa melihat dari latar belakang yang berbeda.

Sementara sekertaris umum BPMS, Yusuf Artha menjelaskan, terkait politik uang adalah sebuah fenomena yang ada di Indonesia dan terkusus Mamasa mulai dari Pilkades, Pileg, Pilkada, hingga Pilgub selalu ada politik uang (money politic) yang mana hal tersebut menurut ajaran agama Kristen itu masuk dalam tataran suap.

“Kedepan kita berupaya bagaimana masyarakat Mamasa ini memilih pemimpinya bukan karna tekanan dan uang tetapi memilih sesuai dengan hati dan nuraninya,” jelas Yusuf Artha.

Selain itu ia memberikan gambaran atas dampak yang bisa saja timbul akibat dari politik uang dimana jika seorang calon pemimpin hanya mengandalkan uang untuk membeli suara masyarakat maka bisa saja jika terpilih jadi pemimpin hanya fokus untuk bagaimana mengembalikan uang yang sudah dipakai membeli suara masyarakat saat ia menjadi calon, sehingga program yang sudah dijanjikan kepada masyarakat tidak terlaksana secara maksimal.

“Dampak lain adalah sangat berpengaru terhadap generasi muda Mamasa kedepan yang punya potensi dan kemampuan jadi pemimpin tetapi karna tidak punya uang maka ia tidak bisa jadi pemimpin, pada hal kita ingin pemimpin itu bukan hanya dari kalangan yang bermodal tetapi orang yang betul-betul punya kemampuan menata pemerintahan yang baik untuk masyarakat Mamasa,” tuturnya.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR