Warga Mamasa yang akan menerima program PKH rela antri berjam-jam di Kantor POS Mamasa, beberapa waktu lalu. (Foto: Frendy Cristian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Ratusan warga rela antri  ber jam-jam di halaman Kantor POS Indonesia Cabang Mamasa yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Mamasa, Mamasa kota untuk menerima pembagian dana Program Keluarga Harapan (PKH).

Dari pantauan transtipo.com di lokasi, Selasa siang, 10 Januari 2017, tampak antusias ratusan masyarakat dari sejumlah desa yang ada di Kecamatan Mamasa. tak terkecuali, mulai dari usia muda hingga orang tua rela antri di bawah terik matahari demi mendapat giliran menerima pembagian dana PKH. Program ini dikhususkan bagi warga keluarga miskin.

Salah seorang warga dari Desa Buntubuda, Once, kepada laman ini mengugkapkan, sejak pukul 08.00 pagi ia sudah tiba di kantor pos. Di pagi itu, Once sudah berada di barisan yang panjang.

Dengan begitu, Once harus rela berdiri di antrian yang panjang. Hingga tiba pukul 12.00 Wita, nama Once belum juga dipanggil oleh petugas pos. “Sejak jam delapan pagi kami sudah di sini (Kantor Pos Mamasa, red), tapi belum juga dapat giliran. Memang terlalu banyak warga yang akan terima bantuan, atau yang dilayani petugas,” kata Once, jujur.

Berdasarkan validasi data pada 2016, penerima bantuan PKH saat ini berjumlah 733 orang untuk 11 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Mamasa. Hal itu disampaikan oleh Berty Bantu, Operator PKH Pemkab Mamasa.

“Jumlah total penerima bantuan saat ini sebanyak 733 orang. Khusus di Kecamatan Mamasa, yang hadir saat ini sekitar 700 ratusan orang. Jadi yang tidak hadir hari ini, besok kita masih tetap layani,” kata Berty.

Di tempat yang sama, Kordinator Kabupaten (Korkab) Program Keluarga Harapan, Risal, mengatakan, proses pembagian bantuan yang berlangsung di Kantor POS Mamasa hari ini semuanya berjalan dengan baik, meskipun ratusan masyarakat yang datang namun semuanya dapat kita atur dan arakan sehingga tidak berdesak-desakan menuju loket penerimaan bantuan.

“Semuanya kita sudah atur dengan baik sehingga masyarakat yang datang di sini menerima bantuan bisa terlayani dengan baik,” kata Berty lagi.

Selain itu Berty berharap kepada penerima batuan agar bantuan yang diterima saat ini dapat digunakan dengan baik, misalnya menyekolakan anak-anaknya bila ada yang putus sekolah oleh karena keterbatasan biaya.

FRENDY CRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR