Obed Nego Depparinding (tengah berkacamata), foto bersama dengan Hj. Enny Anggraeni Anwar serta sejumlah kerabat foto bersama di tempat Rambu Solok Keluarga Almarhum Victor Paotonan, Paladan, Mamasa, Jumat siang, 9 September 2016. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Informasi yang diterima dari keluarga almarhum Victor Paotonan menyebutkan, hari pemakaman jasad mantan Wakil Bupati Mamasa ini akan jatuh pada hari Selasa, 13 September 2016.

Pada Jumat pagi, 9 September 2016, Gubernur Anwar Adnan Saleh beserta isteri, Enny Anggraeni Anwar, dan satu rombongan besar dalam selusin lebih mobil, tiba di Paladan, Sesena Padang, Mamasa.

Anwar sengaja datang untuk ikut beri ‘penghormatan’ dalam acara Rambu Solok Keluarga Almarhum Victor Paotonan. Setelah Anwar keluar dari sebuah ruangan, tempat pembaringan sementara jasad almarhum Victor, oleh panitia acara Rambu Solok kemudian menyilahkan Gubernur Anwar beri sambutan singkat.

Haji Anwar Adnan Saleh (kiri) beri sambutan dalam acara Rambu Solok Keluarga Almarhum Victor Paotonan, Paladan, Mamasa, Jumat siang, 9 September 2016. (Foto: Zulkifli)
Haji Anwar Adnan Saleh (kiri) beri sambutan dalam acara Rambu Solok Keluarga Almarhum Victor Paotonan, Paladan, Mamasa, Jumat siang, 9 September 2016. (Foto: Zulkifli)

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua keluarga almarhum bapak Viktor Paotonan karena sejak meninggalnya almarhum, saya baru pertama kalinya datang di tempat kediaman duka ini,” kata Anwar dalam pembukaan sambutannya.

Dalam suara yang berat, Anwar Adnan Saleh mengatakan, Sulawesi Barat kehilangan putera terbaik, tokoh politik, dan pelaku sejarah pembentukan Kabupaten Mamasa.

“Jangan pernah lupakan perjuangan almarhum bapak Victor Paotonan. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui rekan jejak beliau. Saya tahu persis bahwa pak Victor ini adalah tokoh inti pebentukan kabupaten ini,” urai Anwar yang didampingi oleh keluarga almarhum dan Sekda Mamasa, Benyamin YD.

Masih pengakuan Anwar, “Victor Paotonan adalah pelaku sejarah, tokoh utama, dan tokoh kunci pembentukan Kabupaten Mamasa. Jasa-jasa almarhum dalam pembentukan Kabupaten Mamasa tak bisa diukur dengan materi,” sebut Anwar di hadapan seluruh keluarga yang hadir di puncak bukit Paladan, Mamasa.

“Jangam kita berpura-pura melupakan, dan saya katakan kepada kita semua, baik itu pejabat maupun masyarakat, bahwa menjadi pejabat di Mamasa kita harus mengingat almarhum pak Victor. Saya begitu menghargai perjuangan beliau. Mamasa tak akan terbentuk jadi kabupaten tanpa perjuangan beliau bersama rekan seperjuangannya,” urai Anwar, dalam nada sedih.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya menyatakan duka cita yang sangat dalam, dan atas nama pemerintah saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” tutup Anwar.

ANDI ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR