Peserta aksi GAPMM saat menyampaikan aspirasi di gedung DPRD Mamasat Jumas27 Oktober 2017. (foto: Frendy Christian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Aksi Pemuda dan Mahasiswa Mamasa (GAPMM) menyerukan menangkan Pancasila.

Aksi tersebut dilakukan dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda ke-89 yang jatuh pada 28 Oktober 2017, besok. Aksi ini dimulai dari simpang lima Mamasa terus long march menuju Kantor DPRD Mamasa dan Kantor Bupati Mamasa, Jumat siang, 27 Oktober 2017.

“Sudah puluhan tahun Indonesia merdeka namun sampai saat ini masih banyak problem dan ketimpangan yang dirasakan rakyat Indonesia sehingga rakyat Indonesia belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya, sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945,” ungkap Kordinator aksi Arnol, dalam orasinya.

Selain itu menurut mereka, Sumpah Pemuda adalah bagian besar dari sejarah panjang rakyat Indonesia melawan penindasan kolonial asing. Sehingga telah menjadi semangat yang mencerminkan tekad persatuan perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa yang berdaulat dan kemerdekaan rakyat yang seutuhnya.

“Sudah menjadi tugas dan kewajiban para pemuda untuk senantiasa menyerukan agar segala kebijakan pemangku kekusaan di negeri ini berjalan dengan semagat Pancasila, termasuk di Kabupaten Mamasa sebagai bagian dari Negara Kesatuan RI,” tutur Boby, salah satu peserta aksi.

Selain menyerukan menangkan pancasila, GAPMM juga menuntut:

  1. Agar seluruh elemen rakyat Indonesia menjaga kemajemukan dan keberagaman baik latar belakang suku, budaya, agama dan ras dan menolak serta melawan isu sara dan juga praktek–praktek politik uang (money politic) menjelang pilkada Mamasa 2018 mendatang.
  2. Mengajak semua elemen masyarakat Mamasa untuk melawan segala bentuk korupsi.
  3. Mendesak pemerintah Kabupaten Mamasa agar kembali mengoperasikan bus sekolah yang ada.
  4. Mendesak pemerintah Kabupaten Mamasa agar menangani angka putus sekolah di Mamasa yang saat ini menjadi predikat tertinggi angka putus sekolah di Sulawesi Barat.
  5. Mendesak pemerintah Kabupaten Mamasa agar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan baik prasarana maupun tenaga ahli medis di RSUD Kondosapata Mamasa.
  6. Mendesak pemerintah daerah untuk menumbukan ekonomi kerakyatan agar bantuan–bantuan untuk rakyat dapat tersalur tepat sasaran.
  7. Meminta pemerintah daerah Mamasa agar menerapkan ekonomi kerakyatan dan memberdayakan pasar tradisional dan juga menolak pasar modern yang tidak sesuai aturan dan juga mematikan perekonomian rakyat kecil.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR