Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh (tengah) menyaksikan penandatanganan peresmian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene yang dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Majene, Sabtu, 12 November 2016. (Foto: Farid)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Resmikan STAIN Majene.

TRANSTIPO.com, Majene – Pemprov Sulbar kian meneguhkan bahwa Majene sebagai kota pendidikan. Hadirnya perguruan tinggi negeri di Majene, Sulbar, adalah satu bukti bahwa Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh memenuhi janjinya dan sekaligus menjawab tuntutan perjuangan dengan berkomitmen menjadikan Majene sebagai kota pendidikan di Sulbar.

Pada hari ini, Minggu, 12 November 2016, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin berkunjung ke Majene, Sulbar, untuk meresmikan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene.

Hadirnya STAIN—yang sebelumnya sudah ada Unsulbar—akan kian menyemarakkan dunia pendidikan di Majene, dan Sulbar pada umumnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, kota Majene memiliki kekhasan dan ikatan tersendiri dengan dirinya.

“Kehadiran perguruan tinggi harus ditopang dengan pemerintah yang bagus. Saya percaya dengan kehadiran STAIN di tanah Mandar ini akan menjadikan pendidikan di Sulbar lebih maju dan besar,” puji Menteri Lukman Hakim.

Dalam acara peresmian STAIN Majene ini, turut dihadiri: Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Wagub Sulbar Aladin S. Mengga, Bupati Majene Fahmi Massiara dan sejumlah pejabat Pemprov Sulbar, Pemkab Majene, jajaran STAIN serta undangan lainnya.

Lukman Hakim Saifuddin mengutip pernyataan Prof. Muin Liwa, “Tanah Mandar ini, dulu banyak dikunjungi para alim ulama besar. Mandar bermakna mandara yang berarti membaca dan mengukur, di mana orang Mandar bisa menggunakan otak dan ototnya sekaligus.”

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (kiri) sedang berkunjung ke Majene, Sulbar, Minggu, 12 November 2016. (Foto: Farid)
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (kiri) sedang berkunjung ke Majene, Sulbar, Minggu, 12 November 2016. (Foto: Farid)

“Mandar mempunyai makna yang beragam. Mandar memang penuh pesona. Dalam pendidikan adalah sesuatu yang sangat berharga, karena dengan pendidikan suatu bangsa akan bermartabat. Kecerdasan intelektual belum cukup tanpa kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional yang harus berinteraksi,” tambah Lukman Hakim.

Koordinator Tim Pendiri STAIN Prof. Ahmad Sewang menyampaikan, 58.000 siswa berpotensi masuk STAIN, dari SMA, SMK dan pondok pesantren semuanya berpotensi masuk STAIN.

“Kami berterima kasih kepada mantan Ketua STAIN Prof. Musafir dengan perjuangan yang maksimal hingga akhirnya STAIN terbentuk dan saat ini diresmikan. Ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Peresmian STAIN merupakan perjuangan demi kemajuan Sulbar yang Malaqbiq,” tandas Ahmad Sewang.

Ditambahkan, bahwa kemajuan STAIN ke depan sangat diharapkan dukungan dari Pemprov Sulbar dan Pemkab Majene, utamanya dukungan sarana dan prasarana. Untuk itu kepada Gubernur Sulbar dan Bupati Majene diharapkan bisa memperhatikan pengembangannya ke depan demi kemajuan pendidikan di Sulbar.

Menurutnya, bertambahnya sekolah tinggi ini diharapkan pemerataan pembangunan di daerah khususnya bagi pendidikan.

Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Agama ke Sulbar kali ini merupakan kunjungan yang kedua kalinya.

“Hari ini kita menyaksikan sebuah sejarah di mana Menteri Agama mendirikan sekolah agama. Saya menyampaikan rasa syukur atas nama Gubernur Sulbar dan masyarakat Sulbar menyampaikan ucapan terima kasih yang setingi-tingginya atas kedatangan Menteri Agama dalam peresmian sekolah ini. Perlu diketahui perkembangan sekolah-sekolah Islam di Sulbar ini luar biasa. Anak-anak  kita saat ini mampu menguasa tiga bahasa yakni Indonesia, Arab, dan Inggris. Perkenankan saya menyampaikan terima kasih kepada tokoh dan penggagas yang tak saya sebut satu persatu. Saya juga berharap Majene ini bisa menjadi pusat pendidikan di daerah Sulbar,” tutup Anwar Adnan Saleh.

FARID Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR