Stand Desa Popenga, Kecamatan Ulumanda’, pada Pameran Kemilau Desa se-Kabupaten Majene, 9-12 Agustus 2018. (Foto: Shaleh)

TRANSTIPO.com, Majene – “Di Kampung Kecil Jauh di Sana” begitulah sepenggal lirik lagu soundtrack Kemilau Desa yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Majene tahun ini.

Diramaikan 62 desa se-Kabupaten Majene, ajang ini menjadi yang pertama kali digelar se-Nusantara yang dihadiri langsung Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Anwar Sanusi.

Bertempat di Stadion Prasamya Majene, stand setiap desa berjejeran dengan memamerkan potensi desa masing-masing. Kota yang gemerlap seakan terasa suasana pedesaan yang dihiasi atap rumbia dan lilitan rotan pada setiap pilar stand dengan pelita sebagai penerang.

Pada tulisan singkat ini, Penulis mencoba mengulas profil singkat salah satu desa terluar di Kabupaten Majene. Desa yang berada pada ketinggian 800 – 100 Mdpl ini dengan yang dihuni lebih dari seribu jiwa memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Hijauhnya alam dipadukan dengan gemericik aliran sungai adalah panorama yang memanjakan mata saat menyambangi Desa Popenga di Ulumanda’. Kampung kecil yang ramah dan religius menjadi kerinduan yang dalam bagi anak rantaunya yang kadang bersua setahun sekali sahaja.

Harapan baru Popenga telah lahir dari rahimnya pada Pilkades tahun lalu. Seorang Putra asli berhasil memimpin desa ini hingga 2023 mendatang. Dia, Muslimin, seorang pemuda yang punya cita-cita luhur untuk Popenga lebih maju dari sebelumnya.

Potensi Desa Popenga, Kecamatan Ulumanda’, yang dipamerkan pada Kemilau Desa se-Kabupaten Majene, 9-12 Agustus 2018. (Foto: Shaleh)

Dengan formasi jiwa muda, pakde Mimin—sapaan akrab Muslimin—yakin bisa mengantar Popenga menjadi desa yang maju dan religius.

Berjalan tujuh bulan kepemimpinannya, perubahan mulai terlihat melaui bidang pemerintahan, pembinaan, pemberdayaan serta pembangunan. Di antaranya, masalah administrasi kependudukan dan pembangunan jalan desa.

Terhitung 200 Akta Kelahiran, 190 Kartu Keluarga dan 170 Kartu Tanda Penduduk (KTP elektronik) serta 300 BPJS Kesehatan telah selesai dalam waktu tiga bulan terakhir.

Pada pembangunan fisik, tiga titik jalan desa, empat WC Umum serta percetakan sawah baru bagi setiap dusun telah berjalan hingga mencapai 40%.

Desa Popenga, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mayoritas penduduknya adalah petani sawah dan ladang.

Dengan jarak 32 kilometer dari ibukota kecamatan dan 104 kilometer dari ibokota kabupaten, sudah tentu akses transportasi yang menjadi kendala bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Tidak main-main jika tarif ojek dari ibukota kecamatan Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu dan angkutan mobil (hartop/jeep) Rp 1 juta paling rendah. Suatu kondisi yang masih jauh dari kata merdeka pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah 73 tahun ini.

SHALEH SR

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR