Para Raja di Pitu Ba'bana Binanga dan Tomakaka di Pitu Ulunna Salu foto bersama dengan Gubernur Sulbar Carlo B Tewu bersama Isteri di Maleo Hotel, Minggu malam, 5 Februari 2017. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Tarian Sayang-sayang dari Polman, musik Bambu dari Mamasa, penyanyi lagu-lagu daerah dari Mamuju dan sejumlah acara kebudayaan daerah Sulbar lainnya menjadi penyemangat yang menghibur dalam acara Silaturahmi dan Penguatan Sipamandaq di Ballroom d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Minggu malam, 5 Februari 2017.

Hadir hampir seluruh Tokoh Adat dan Raja-raja dari 14 Konfederasi Adat dan Kerajaan di Mandar, Sulbar ini.

Masing-masing tokoh yang hadir, sesuai daerah atau Federasi yang diwakilinya, diundang naik ke panggung untuk foto bersama. Mulai dari Raja Binuang di Polman hingga Raja Mamuju, dan Tomakaka dari Tabang hingga Petaha Mana’ dari Tabulahan diundang naik ke panggung.

Kesemuanya tokoh Adat dan Raja dari 14 Konfederasi di Mandar ini tampil dengan pakaian Adat atau pakaian kebesaran Kerajaan masing-masing.

Kemudian disusul Gubernur Sulbar Carlo Tewu bersama isteri. Mantan Kapolda Sulawesi Utara ini memakai seragam Adat Mandar. Sedangkan isterinya memakai pakaian Adat dari Mamasa. Keduanya berdiri di tengah-tengah, diapit oleh para Tomakaka dan Raja-raja.

Gubernur Sulbar 10 tahun Anwar Adnan Saleh, Sekda Sulbar Ismail Zainuddin, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang, Danrem Mamuju juga diundang naik ke panggung untuk foto bersama dengan para Raja dan Tokoh Adat itu.

“Ini adalah inisiatif pak Sekprov Sulbar—Ismail Zainuddin—untuk mengundang tokoh-tokoh di Mandar ini. Saya punya keinginan agar Pilkada yang ketiga di Sulbar ini, atau pada Pilgub Sulbar 2017 nanti, partisispasi masyarakat Sulbar untuk datang ke TPS meningkat,” kata Gubernur Sulbar Carlo B Tewu saat beri sambutan.

Dari pantauan langsung kru laman ini, sekitar 500-an orang yang hadir dalam acara ini.

Bersambung

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR