Bintang Tamu dari India

1477
Karnaval budaya di PIFAF Polewali, Kamis, 01 September 2016, menampilkan taria khas budaya India. (Fhoto: Burhanuddin)

TRANSTIPO.com, Polewali – Pameran potensi dan festival budaya Mandar besar benar-benar tersuguhkan di PIFAF Polewali Mandar. Perhelatan budaya yang akbar ini dibuka oleh Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh di Lapangan Sepak Bola HS Mengga dalam Sport Centre Area.

Pada pembukaan yang dihelat pada Kamis siang, 1 September 2016 ini, masyarakat Polewali Mandar tumpah ruah. Tak sedikit juga masyarakat yang datang dari Majene, Mamasa, dan Pinrang untuk menyaksikan salah satu ‘pesta kebudayaan terakbar’ ini.

Wartawan transtipo.com menyaksikan secara langsung dan menangkap ekspektasi masyarakat atas antusiasmenya menyaksikan para turis dari lima negara: Rusia, Rumania, Korea Selatan, Malaysia, dan India. Perwakilan lima negara ini menampilkan tarian khas negaranya masing-masing. Indah sekali. Meriah sekali.

Selain lima negara yang tampil, 16 kecamatan di Polewali Mandar turut serta menampilkan karakteristik budaya asal dari kebiasaan masyarakat di daerah masing-masing.

Hadir dalam pembukaan PIFAF adalah Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, Wakil Gubernur Sulawesi Barat Aladin S. Mengga, Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Lukman Wahyu, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, serta sejumlah undangan lainnya.

Atraksi kebudayaan yang ditampilkan dalam acara pembukaan adalah Mappadai toiyang (memberkati anak anak yang baru lahir). Dari Anreapi, menampilkan satu mozaik kearifan lokal yakni baca-baca terakhir orang yang sudah meninggal (100 harinya), biasa disebut Mattampung.

Dari Limboro, Pakkacaping dengan mendudukkan dara manis (bunga desa). Inilah yang mengundang gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati turun dari tribun untuk Mappamacco (menaruh uang ke bunga desa itu).

Dari Bulo menampilkan gendang dan beduk yang biasa disebut padalin—pemukulan gendang dan beduk serta gong dan alat musik lainnya ditabuh bila ada kaum bangsawan kerajaan yang mangkat. Campalagian menampilkan kuliner khas Mandar, ikan Pupu alias tumpi-tumpi.

Sekretaris Disbudpar Polewali Mandar Mustari Mulla Tammaga saat mengatakan, “Para tamu kita dari lima negara itu sangat puas menyaksikan pembukaan acara ini. Sedikit terkendala soal hotel. Di sini hanya satu hotel yang punya daya tampung kurang lebih 100 orang,” kata Mustari.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR