Tedong Doti di arena acara Rambu Solok Keluarga Almarhum Victor Paotonan, Mamasa, Jumat, 9 September 2016. (Foto: Sarman Shd)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Anwar Adnan Saleh dan Enny Anggraeni Anwar, beserta rombongan menyaksikan dari puncak Benteng Salu Banga, Paladan, Sesena Padang, Mamasa, beberapa ekor kerbau beradu tanduk.

Semua orang, yang mendampingi Gubernur Anwar mengabadikan adu kerbau pilihan ini melalui kamera ponsel, kamera poket, dan kamera yang memakai tele. Menarik, dan tentu menegangkan.

Mappasitanduk tedong (adu kerbau) di sebuah lembah di sekitar Benteng Kayu Banga itu, bukanlah acara sembarangan.

Ini adalah rangkaian acara Rambu Solok (upacara kematian yang telah dipercaya secara turun-temurun di Mamasa, juga di Tana Toraja, sebagai sebuah cara menghormati seorang tokoh Adat yang telah berpulang).

Hari ini, Jumat, 9 September 2016, adalah salah satu hari yang masih ditetapkan oleh keluarga almarhum Victor sebagai hari dalam rangkaian acara Rambu Solok Keluarga Almarhum Victor Paotonon. Inilah nama resmi kepanitian dalam pelaksanaan acara di Paladan ini.

Sejak kepergian Victor Paotonan beberapa bulan lalu, ribuan warga Mamasa berkumpul di Paladan. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.

Terlebih ketika acara Rambu Solok ini dilaksanakan, dari sejak 3 September hingga 9 September ini, ribuan warga—termasuk sejumlah tokoh besar—datang ke Paladan ini untuk ikut bersama-bersama dalam acara Rambu Solok.

Tedong Lotong, di Arena Rambu Solok Keluarga Almarhum Victor Paotonan, Mamasa, Jumat, 9 September 2016. (Foto: Sarman Shd)
Tedong Lotong, di Arena Rambu Solok Keluarga Almarhum Victor Paotonan, Mamasa, Jumat, 9 September 2016. (Foto: Sarman Shd)

ZULKIFLI/ANDI ARWIN/SARMAN SHD 

TINGGALKAN KOMENTAR