Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang (empat dari kiri), Penjabat Gubernur Sulbar Irjen Pol Carlo B Tewu (lima dari kiri), dan Gubernur Sulbar 10 tahun (2006-2016) Anwar Adnan Saleh (lima dari kanan) foto bersama di penghujung acara Silaturahmi dan Penguatan Sipamandaq di Hotel Maleo, Mamuju, Minggu malam, 5 Februari 2017. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Silaturahmi dan Penguatan Sipamandaq dihadiri oleh Kerajan-Kerajaan dan Adat yang ada di Sulbar, dari Pitu Ulunna Salu dan Pitu Ba’bana Binaga. Acara yang dilaksanakan oleh Pemprov Sulbar ini mengambil tema: Bersama Kita Sukseskan Pilkada Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2017.

Dilaksanakan di Hotel Maleo, Mamuju, Minggu malam, 5 Februari 2017. Acara dimulai tepat pukul 20.00 wita, dan berakhir tepat pukul 22.00 wita.

Pemandu acara membuat hadirin terhibur dan beroleh banyak ilmu dan informasi yang bernuansa sejarah, budaya, dan sosial tentang Sulbar. Tak sedikit pula beri inspirasi. Dengan cara pemandu acara ini, tak tampak seremoni belaka. Ditambah dengan penampilan kesenian khas masing-maing kabupaten di Sulbar ini, kian meneduhkan acara yang berlangsung di hotel berbintang tiga itu.

Satu-satunya sambutan hanya Penjabat Guberur Sulbar Carlo B Tewu. Dalam pembukaan sambutannya, lelaki berbintang dua ini bilang, kegiatan ini terselenggara karena ide dari Sekda Sulbar.

Beberapa waktu lalu Carlo Tewu berbicara kepada Sekda Ismail. Pembicaraan itu tentang suksesnya Pilkada Sulbar. Lalu Sekda Sulbar Ismail sampaikan.

“Kita punya budaya, kita punya sifat Sipamandaq. Olehnya itu, malam ini kita mengadakan pertemuan Raja-raja dan Tokoh Adat yang ada di Provinsi Sulawesi Barat ini. Untuk mengangkat kembali budaya kita dan mempererat hubungan kita, apalagi kita akan menghadapi Pilkada Tahun 2017 ini,” urai Carlo Tewu dalam sambutannya, mengulang apa yang menjadi pandangan dan ide Sekda Sulbar Ismail Zainuddin.

Dalam konteks politik yang kini di depan mata kita semua, Carlo beri pandangan, “Mau tidak mau, suka tidak suka, dengan adanya tiga pasangan calon, maka kita akan terbagi dalam 3 kelompok masyarakat. Dan kita harapkan, walaupun kita berbeda dalam pandangan politik, tapi kita harus tetap satu, Sipamandaq.”

Pandangan Carlo B Tewu ini disambut tempuk tangan oleh hadirin yang memenuhi ballroom bintang tiga di Mamuju ini.

Bersambung

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR