Salah seorang penggagas Lomba Perahu Sandeq sejak 1998, Dr. Horst H. Leibneir (kanan), saat menerima Tipalayo Award 2009 di Polewali. Penghargaan ini diberikan kepada Horst atas dedikasinya mengembangkan Kebudayaan Mandar, diserahkan oleh Bupati Polewali Mandar Ali Baal Masdar (ABM). (Foto: Fadhly Anwar)

Sandeq Race akan dilaksanakan pada Agustus 2017.

Horst H. Leibneir—‘penemu’ lomba perahu tradisional tercepat di dunia ini ikut merancang agenda lomba nanti.

Harus lebih semarak, dan harus ada pembeda dari lomba di tahun sebelumnya.

Ini harapan ABM, gubernur kita.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar bersama Panitia Sandeq Race duduk bersama bahas rencana pelaksanaan Sandeq Race 2017 di di ruang oval Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu, 5 Juli 2017.

Dalam pertemuan itu, Ali Baal Masdar menyampaikan, pelaksanaan Sandeq Race dimulai dengan lomba segitiga yang akan berlangsung bulan Agustus mendatang.

“Kita selalu berkoordinasi agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan kita bersama. Pada lomba tersebut semua bupati harus hadir,” harap lelaki yang biasa disapa ABM.

Masih kata ABM, waktu pelaksanaan pada Agustus, dan tak ada lagi perubahan. Dengan demikian baik peserta maupun panitia tak ada lagi kesimpangsiuran informasi.

Ayah dua anak tersebut juga mengemukakan, pelaksanaan Sandeq Race tahun ini harus ada perbedaan dibanding pelaksanaannya di tahun sebelumnya, terutama hadiah.

Untuk tahun ini, pinta ABM, direncanakan pemberian hadiah akan diserahkan ketika berakhir satu etafe untuk setiap pemenang.

“Ini agar bisa menambah semangat bagi peserta lomba, dan juga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat luas untuk ikut andil dalam perlombaan,” harap Gubernur Ali.

Pada kesempatan itu, Horst Leibneir—inisiator pelaksanaan Sandeq Race tempo dulu—yang hadir dalam rapat mengemukakan, perencanaan pelaksanaan Sandeq Race pada bulan Agustus adalah momentum yang baik.

“Momentum mengapa pelaksanaan Sandeq Race di bulan Agustus, karena bertepatan dengan hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan, yang paling penting adalah, bahwa di bulan itu angin kencang yang memang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan Sandeq Race. Pada Agustus juga semua nelayan istirahat dari melaut karena cuaca tak baik atau angin kencang. Nah, ini memungkinkan para nelayan berkesempatan untuk ikut andil dalam perlombaan,” jelas Horst.

Salah seorang penggagas lomba Sandeq Race ini mengemukakan, dipilihnya bulan Agustus untuk pelaksanan lomba Sandeq race, selain untuk menyemarakkan peringatan HUT RI, bulan Agustus juga merupakan bulan libur bagi bangsa luar. Nah, itu bisa menjadi bahan pertimbangan bagi wisatawan untuk ikut datang pada perlombaan tersebut.

“Disamping juga lomba Sandeq Race sebagai destinasi wisata bahari, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara,” kata Horst.

Tentang peserta, Horst menyebutkan, untuk sementara jumlah peserta Sandeq Race yang siap untuk mengikuti lomba sebanyak 23 Passandeq.

Namun, kata Horst lagi, tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan peserta. Karena Sandeq Race mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri.

“Sandeq Race ini hanya ada di Sulawesi Barat. Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Barat. Dan, Sandeq Race adalah acara paling ramai di Makassar, Sulawesi Selatan,” puji Horst, pencinta bahari dan mahir memahami kawasan pesisir Mandar.

Terkait pendanaan lomba Sandeq Race 2017, Syam, salah seorang panitia pelaksana mengemukakan bahwa dana sudah siap.

Kata Syam, dana yang berasal dari perusahaan maupun perbankan yang ada di Sulawesi Barat ditambah dari masing-masing pemerintah kabupaten di Sulawesi Barat semua sudah siap.

“Tinggal penentuan waktu saja,” aku Syam.

ISHAK/HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR