Karnaval dan festival budaya di Kabupaten Mateng pada Kamis, 13 Desember 2018, menyambut HUT ke-6 Kabupaten Mateng yang jatuh pada Jumat, 14 Desember 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Kamis, 13 Desember 2018, adalah hari terakhir penantian datangnya puncak HUT ke-6 Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) yang jatuh pada esok, Jumat, 14 Desember.

Hari terakhir sebelum tiba puncak hari jadi itu, di Topoyo—ibu kota kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Mamuju ini—dilaksanakan sebuah festival budaya.

Dalam festival ini pelbagai macam potensi budaya dari pelbagai suku dan sub-sub etnik yang ada di Mateng ditampilkan. Pagelaran itu dibawakan oleh anak-anak pelajar, SD dan SMP di Mateng.

Menggenapkan keramaian Topoyo pada Kamis siang tadi, terlihat dari ragam kegiatan, seperti lomba karaoke dan jalan santai—tentu beberapa hari yang lalu telah diadakan lomba menembak, pertunjukan bernuansi religi serta lomba perahu tradisional Mateng.

Festival budaya Mateng ini dilaksanakan di lapangan Kantor Bupati Mateng sebagai titik start, tak jauh dari kawasan Benteng Kayumangiwang, Tobadak.

Dari pantauan laman ini, para peserta festival yang umumnya anak sekolah itu terpaksa menahan panas terik lantaran waktu pelaksanaan festival melampaui dari waktu yang ditentukan. Meski begitu, acara festival tetap tetap semarak.

Festival budaya Mateng ini dikomandoi langsung oleh Bupati Mateng H. Aras Tammauni. Tak ketinggalan Sekkab Mateng Askary Anwar yang sekaligus melepas peserta karnaval dan festival budaya. Pimpinan Sekretariat Daerah dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Mateng juga hadir.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk memeriahkan hari jadi Mateng. Disamping itu kita harapkan agar kegiatan besar ini dapat mengangkat moral, harkat dan martabat  masyarakat Mateng yang bermacam-macam budaya, etnis, suku, dan agama. Sehingga kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menciptakan karakteristik, sikap dan prilaku masyarakat serta dapat menumbuhkan ide kreatifitas yang positif,” jelas Sekkab Mateng Askary Anwar.

Tahun depan, sebut Askary, kita akan usulkan pakai mobil saat kegiatan karnaval. Nantinya mobil-mobil tersebut akan dihias sedemikian rupa sesuai dengan ciri khas etnis dan budaya yang ada di Mateng ini. Dengan begitu para peserta tidak kepanasan lagi.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR