Kabag Humas Pemkab Mamuju Tengah Irwan Susanto, Topoyo, Rabu, 25 April 2018. (Foto: Ishaka M. Thoib)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Momentum Musabaqah Tilawatil Qur’an boleh jadi tak hanya sekadar ritual menyemarakkan syiar Islam lewat baca dan hafal Qur’an.

Selain dari itu, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tentu menjadi ajang prospektif wisata reliji. Sudah jadi pemandangan biasa di Indonesia, manakala berlangsung MTQ—dari gelaran tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional—begitu tumpah ruah warga datang menyaksikan Qari’ dan Qari’ah itu melantunkan Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an.

Begitulah. Dan, sang tuan rumah hajatan Islami ini tentulah akan memberi dampak ekonomi yang tak berbilang sedikit.

Tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Barat kali ini adalah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Maka Topoyo, sebagai ibu kota kabupaten itu, akan dibanjiri banyak orang yang datang dari lima kabupaten tetangga—dan sekalian warga tuan rumah sendiri.

Jika tak ada aral menghadang, pembukaan MTQ Sulawesi Barat akan dimulai pada Sabtu malam, 5 Mei 2018, di kota Topoyo, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Kepada Ishaka Muh. Toib—kru transtipo.com—Koordinator Seksi Acara MTQ Sulawesi Barat Irwan Susanto mengatakan, sebagai tuan rumah Mamuju Tengah sudah siap menyambut kedatangan delegasi/kafilah dari 5 kabupaten lain di Sulawesi Barat.

Menurut Irwan Susanto, yang sehari-harinya Kabag Humas dan Protokol, bahwa Pemkab Mamuju Tengah sudah beberapa kali melaksanakan rapat pemantapan panitia lokal. Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda Mateng memberikan perhatian khusus, bahkan turun langsung ke lapangan demi suksesnya MTQ.

“Sejauh ini sudah beberapa kali rapat yang dipimpin oleh Sekda Mateng selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Jumat lalu, kami juga rapat dengan seluruh stakeholder, pihak terkait, dalam rangka menyukseskan MTQ yang baru pertama kali Mamuju Tengah sebagai tuan rumah,” urai Irwan ketika ditemui di ruang kerjanya, Topoyo, Rabu, pekan lalu.

Menurutnya, koordinasi panitia lokal dan panitia provinsi makin solid. Termasuk soal pemondokan para kafilah selama berlangsungyaa MTQ.

Terkait undangan, ujar Irwan, pantia lokal juga diberikan kewenangan untuk mengeluarkan undangan pada acara pembuakaan. Hal yang sama dilakukan oleh pantia tingkat provinsi.

“Ada undangan yang dikeluarkan oleh panitia kabupaten dan provinsi. Skop kabupaten dikeluarkan oleh pantia lokal. Undangan untuk skop provinsi dikeluarkan oleh panitia tingkat provinsi,” jelas Irwan Susanto.

ISHAKA MUH. TOIB

TINGGALKAN KOMENTAR