Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar (kanan) dan Ketua DPRD Mamuju Tengah H. Arsal Aras Tammauni sedang melakukan gunting pita tanda peresmian Masjid Ar-Ridho Polsek Topoyo, Mamuju Tengah, Kamis, 5 Juli 2018. (Foto: Ruli)

Pada Kamis yang tak menyengat benar, di 5 Juli 2018, sebuah bangunan peribadatan berukuran 30 x 10 meter telah berdiri sempurna.

Panggilan bangunan inilah, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar setulus ikhlas datang ke sana.

Namanya syahdu berilham sungguhan: Ar-Ridho—sebuah Masjid mentereng yang mengisi sepetak dalam pekarangan luas Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Topoyo, Mamuju Tengah.

Syukur nikmat atas hadirnya Masjid Ar-Ridho, lahir dari gagasan dan akan jadi ladang amal sang komandan yang periang tinggi semampai itu.

Redaksi

TRANSTIPO.com, Topoyo – Ketika ia masih berdinas di kota Mamuju, kru laman ini tak tahu persis mengapa lelaki penutur perlahan ini kerap memakai pakaian layaknya masyarakat umum meski di waktu hari kerja.

Dia adalah anggota Polri. Namanya Iptu Pol. Priyanto, SE (42 tahun). Suami Ipda Pol. Andi Sakriana ini lama bertugas di Polres Mamuju, Sulawesi Barat, sebelum ia diamanahi jabatan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.

Di pekan terakhir pada April lalu, mas Pri—sapaan akrabnya—telah menyambungkan ide dan segala unek-unek baiknya kepada laman ini, tentang mengapa sebuah Masjid perlu dihadirkan di kawasan Mapolsek Topoyo itu.

Ketika itu tukang-tukang bangunan tengah berpacu dengan waktu. “Saya niatkan semoga Masjid ini sudah bisa ditempati sholat Taraweh bersama pada Ramadhan ini,” kata Kapolsek Topoyo Iptu Pol. Priyanto kepada Ruli Syamsil dan Ishaka M. Toib dari transtipo.com pada dua bulan lebih lalu itu.

Lantai Masjid ini dipakaikan bukan tegel biasa melainkan dengan jenis kemamik berbiaya tak murah yang ukurannya 60 x 60 cm. Bahkan, tempat wudhu seluas 3 x 10 meter yang persis bersisian di bagian depan bangunan utama Mapolsek itu, atau sekitar 15 meter dari sisi kanan Masjid, juga pakai tegel yang dari jarak sepelemparan batu sudah tampak terlihat mengilap.

Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar sedang menandatangani ‘prasasti’ sebagai bukti tela diremikannya Masjid Ar-Ridho Polsek Topoyo, Mamuju Tengah, Kamis, 5 Juli 2018. (Foto: Ruli)

Mas Pri telah memulai sesuatu yang baru—sebuah terobosan yang begitu berharga, ia terilhami sugesti bahwa bukan semata demi kepentingan dunia yang mesti dikejar — kapan dan di mana pun.

Sejenak kembali ke belakang.

Dulu, dari “penginderaan” laman ini, katakanlah begitu, selama ia masih di Mapolres Mamuju, ia kerap pakai motor besar. Sebuah motor berwarna merah menyala yang secara kasat menggambarkannya layaknya anak muda gaul.

Dari posturnya yang tinggi tak kekar padat, ketika ia sudah duduk di sadel si merah lalu ditarik-ulur tali gas dengan suara drum knalpot, jadilah ia meliuk-liuk di kota Mamuju seolah terang bahwa mas Pri bukan seorang polisi dewasa.

Tampak santai dan enjoy.

Kini, atau pada Kamis, 5 Juli, ia menjadi tuan rumah yang baik menyambut komandan atasnya sebab sebuah acara khikmat akan segera digelar: peresmian Masjid Ar-Ridho Polsek Topoyo—dibangun dengan hanya makan selama waktu 5 bulan.

Yang hadir meresmikan Masjid itu tak kepalang, beliau adalah Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar.

Pemilihan tanggal 5 Juli sebagai waktu peresmian Masjid ini bersesuaian langsung dengan hari besar Polri atau tepat pada HUT ke-72 Bhayangkara Negara tahun 2018 ini.

Saat acara peresmian berlangsung, Iptu Priyanto beri sambutan dengan mengatakan, semangat gotong royonglah sehingga pembangunan Masjid ini terwujud hanya dalam 5 bulan.

Ia berharap dengan adanya Masjid ini bisa meningkatkan keimanan dan memperkokoh tali silaturahmi antara anggota Polri dan masyarakat Topoyo, Mamuju Tengah.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan para donatur, terlebih lagi kepada Kapolres Metro Mamuju yang telah memberikan ide, gagasan dan inisiatifnya.

“Saya termotivasi dengan perkataan Kapolres Mamuju bahwa perlu adanya sarana ibadah di Polsek Topoyo, kalau tidak bisa Masjid, ya, minimal Musollah,” ujar mas Pri menirukan pesan komandannya di Mapolres Mamuju.

Kapolsek Topoyo Iptu Pol. Priyanto, SE (kanan) sedang beri sambutan dalam acara peresmian Masjid Ar-Ridho Polsek Topoyo, Mamuju Tengah, Kamis, 5 Juli 2018. (Foto: Ruli)

“Sekarang kita bisa menikmatinya. Ini suatu kesyukuran. Polsek Topoyo telah memiliki Masjid. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang berlipat ganda, begitu pula semua yang telah membantu proses pembangunan Masjid ini,” kata Priyanto.

“Kerja amalia dan Iman” mas Pri ini sejalan dan selaras dengan upaya pembangunan mental spiritual generasi muda yang tengah digencarkan oleh Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar.

Sementara, Asisten 1 Bidang Pemerintahan pemkab Mamuju Tengah Ramli Salawat mengatakan, dengan diresmikannya Masjid Ar-Rhido dapat menjadi momentum mempertebal Iman dan Taqwa kepada Allah SWT serta eratkan silaturahmi antar-umat beragama.

Dengan adanya Masjid ini, kata Ramli, menjadi wadah menjalankan ajaran agama dan nilai-nilai luhur sesuai ajaran Islam. Juga memotivasi kita sholat berjamaah.

Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar dalam sambutannya, mengajak seluruh masyarakat Topoyo untuk memakmurkan rumah-rumah Allah—Masjid.

Jenderal bintang satu kepolisian ini bilang, suatu kesyukuran kita semua sebab sarana ibadah semakin bertambah. Namun sejalan dengan itu harus pula dibarengi tekad Iman yang kuat untuk memakmurkan Masjid.

“Semoga tempat ibadah ini menjadi momentum untuk mempertebal jalinan tali silaturahim melalui kegiatan keagamaan,” pesan Kapolda Sulawesi Barat.

Dalam ceramahnya, Kapolda sebut bahwa Allah SWT menciptakan manusia dari dua unsur, yaitu Ruh dan Jasad. Jika Jasad asupannya makanan dan minuman, maka Ruh diisi dengan Iman dan kegiatan ibadah, salah satunya memakmurkan rumah Allah.

Turut hadir dalam persemian ini, di antaranya, Ketua DPRD Mamuju Tengah Arsal Aras Tammauni, Kapolres Metro Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan, Kabid Humas AKBP Hj. Mashura serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Mamuju Tengah.

RULI SYAMSIL/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR