Persiapan peletakan batu pertama Pembangunan Masjid Nurul Falah di GN 2-II Simboro, Mamuju, Jumat pagi, 26 Oktober 2018. (Foto: Sarman Shd)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pada Selasa malam, 23 Oktober 2018, sekitar pukul 20.30 hingga 22.30 WITA, diadakan rapat membicarakan pembangunan Masjid di Perumahan Graha Nusa 2-II (GN 2 tahap 2) Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Rapat yang dilaksanakan di depan rumah keluarga Muhammad Saleh Rachim (Blok A-3) diikuti oleh warga Perumahan GN 2-II. Rapat ini dipimpin oleh Penasehat perumahan yang sekaligus Ketua Pembangunan Masjid GN 2-II, Dr. Junda Maulana, M.Si, didampingi oleh Ketua RT Perumahan Budianto, Wakil Ketua Panitia Pembangunan Masjid Muh. Saleh Rachim, Sekretaris Panitia Sarman Sahuding serta seorang konsultan pembangunan.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Falah Dr. Junda Maulana memulai peletakan batu pertama pembangunan Masjid, (Foto: Sarman Shd)

Dihadiri tak kurang 30-an warga perumahan. Sebetulnya, jumlah kepala keluarga dalam perumahan ini sebanyak 127 KK, namun karena kesibukan di luar sehingga banyak warga yang tak sempat hadir dalam rapat. Bisa dimaklumi memang sebab sebagian besar warga di perumahan ini PNS dan pegawai kantoran lainnya.

Dalam rapat itu telah disepakati sejumlah hal, di antaranya Masjid yang akan dibangun tersebut diberi nama Masjid Nurul Falah—cahaya keberuntungan.

H. Muh. Sukri Mondang dari Kemenag Sulbar memimpin Doa seusai peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Falah. (Foto: Sarman Shd)

“Sejak awal kita rencanakan akan membangun Masjid di perumahan kita ini, nama Nurul Falah telah terngiang di benak saya. Jika tak salah maknanya cahaya keberuntungan,” ujar Junda Maulana pada rapat itu.

Tawaran nama dari Junda Maulana disepakati oleh peserta rapat atau warga perumahan.

Masjid Nurul Falah ini akan dibangun persis di bagian tengah perumahan. Budianto mengatakan, Masjid ini akan dibangun di atas lahan yang telah dihibahkan oleh pengembang perumahan Marthen Sempo seluas 8 x 8 meter dengan konstruksi 2 lantai.

Warga GN 2-II turut hadir menyaksikan seremoni peletakan batu pertama. (Foto: Sarman Shd)

Konsultan pembangunan Masjid yang diberi kesempatan menjelaskan tekhnis bangunan Masjid mengatakan bahwa dana peruntukannya diperkirakan Rp 400 juta – Rp 500 juta. Ia juga memperlihatkan desain gambar Masjid kepada peserta rapat.

Modal awal pembangunan Masjid Nurul Falah ini sudah ada sebesar Rp 55 juta: bantuan Marthen Sempo sebanyak Rp 50 juta dan sumbangan keluarga Junda Maulana sebanyak Rp 5 juta.

Telah dibicarakan pula besaran bantuan dari sejumlah pihak namun masih dalam proses komunikasi, demikian hal jumlah bantuan tersebut.

Peletakan batu pertama Masjid Nurul Falah juga telah disepakati pada hari Jumat pagi (hari ini, red), 26 Oktober 2018.

Seremoni peletakan batu pertama pembangunan Masjid ini dilaksanakan di lokasi Masjid. Dipimpin oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Junda Maulana dan dihadiri oleh M. Sukri Mondang dari Kementerian Agama Sulbar.

Tukang pembangunan Masjid mulai bekerja seusai acara peletakan batu pertama. (Foto: Sarman Shd)

Ketua RT perumahan dan belasan warga GN 2-II juga turut hadir menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid ini.

Dalam sambutan singkatnya, Junda Maulana mengatakan, semoga hari ini, Jumat, 26 Oktober adalah hari yang baik, hari di mana kita semua warga perumahan ini secara ikhlas dan sungguh-sungguh memulai membangun Rumah Allah, yang kelak jadi tempat kita beribadah.

Menikmati penganan ringan segala rupa di atas tiga meja kecil yang disiapkan oleh ibu-ibu perumahan jadi penutup seremoni ‘Ibadah’ pembuka ini.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR