Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin (ketiga kiri) menerima kunjungan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany (ketiga kanan) di Kantor Pusat DMI, Jakarta, Kamis siang, 22 November 2018. (Foto: Humas DMI)

TRANSTIPO.com, Jakarta – Dewan Masjid Indonesia (DMI) menerima sumbangan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk pembangunan Masjid semi permanen di wilayah bencana Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sumbangan sebesar Rp 1.027.000.000 ini diserahkan langsung Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany kepada Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin di Kantor Pusat DMI, Jakarta, Kamis siang, 22 November 2018.

Airin Rachmi Diany berharap bantuan dari masyarakat Kota Tangsel itu dapat bermanfaat bagi masyarakat di Palu, Donggala, dan Sigi.

“Semoga dengan keberadaan Masjid semi permanen membuat masyarakat semakin meningkat keimanannya,” ucap Airin.

Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemkot Tangerang Selatan tersebut.

Menurutnya, selama ini banyak bantuan yang telah diterima langsung oleh DMI dari para donatur. Dengan itulah misalnya, DMI berperan aktif memberikan bantuan saat bencana alam terjadi di wilayah Lombok dan Sulawesi Tengah.

Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin (depan, kiri) bersama Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany berbicara kepada Pers di Kantor Pusat DMI, Jakarta, Kamis siang, 22 November 2018. (Foto: Humas DMI)

Akan tetapi, kata Syafruddin, bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan di Sulawesi Tengah sudah berkecukupan jumlahnya bagi korban bencana. Sedangkan bantuan religius bagi korban bencana masih sangat kurang.

“Peranan DMI adalah memberikan bantuan dari aspek religius,” kata Syafruddin.

Syafruddin sendiri yang meminta pengurus DMI untuk membangun Masjid semi permanen di Palu, Sulteng. Hal ini mengingat bencana gempa dan tsunami yang menimpa Palu, Donggala, dan Sigi telah menghancurkan setidaknya 195 Masjid.

“DMI menargetkan akan membangun 100 Masjid di tiga wilayah bencana tersebut. Satu masjid membutuhkan waktu sekitar empat hari untuk pembangunannya dan membutuhkan dana sekitar seratus juta rupiah,” kata Syafruddin.

Pembangunan masjid semi permanen ini sebagai langkah awal karena pemerintah pusat pun masih sedang menyusun ulang tata kota di wilayah terdampak bencana tersebut.

“Setelah tata kota jelas baru akan kita bangun Masjid permanen. Kalau kita bangun Masjid permanen saat ini, jangan sampai Masjid ada tetapi masyarakatnya tidak ada,” ucap Syafruddin.

Saat ini banyak negara donor dari Timur Tengah seperti Arab Saudi, Kuwait dan Qatar sudah memberikan komitmennya untuk membantu pembangunan Masjid permanen di tiga wilayah tersebut, demikian Siaran Pers Dewan Masjid Indonesia yang diterima transtipo, beberapa jam yang lalu.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR