Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa bersama Wakil Bupati Pasangkayu HM Saal, didampingi PWNW Sulawesi Baat KH AA Muh. Syakira (kiri pakai sorban) saat melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Masjid di kompleks Pondok Pesantren Syekh Zainuddin NW Pasangkayu, Minggu, 13 Mei 2018. (Foto: Ishaka)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa peduli terhadap pendidikan keagamaan di daerahnya. Dia mewakafkan tanah milik pribadinya seluas 1 hektar untuk tempat membangun pesantren.

Tanah yang berlokasidi Desa Karya Bersama, Kecamatan Pasangkayu, tersebut diwakafkan kepada Yayasan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdatul Wathan (NW) Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Agus Ambo Djiwa membuka Hultah ke-19 NW Sulawesi Barat, Minggu, 13 Mei 2018.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pasangkayu HM Saal, mantan Sekda Pasangkayu, yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Bumi Gora NTB Provinsi Sulawesi Barat HM Natsir, PBNW Tuan Guru Zaini Abdul Hanan, LC, Tuan Guru Mulzayyin, MA.

Hadir pula Pimpinan Wilayah NW Sulawesi Barat KH AA Muh. Syakira,  Al Ustadz Abdul Latif, Pimpinan Pondok Syaikh Zainuddin serta Kapolres Pasangkayu dan pejabat Kemenag Pasangkayu, Pimpinan Ponren di Gentungan Mamuju dan Imam Masdjid Al Ikhlas Topoyo Ustadz Husain.

Kondisi pembangunan kini, telah dilengkapi sarana pendidikan berupa 2 asrama santri putri dan 2 asrama pengasuh serta 1 asrama santri putra dan 2 bangunan dengan konstruksi bangunan dari kayu sejenis bangunan villa yang sudah berdiri megah.

Ditambah lagi, Bupati Pasangkayu juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Birrulwalidaen Ponren Syaikh Zainddin.

“Dengan peresmian pondok pesantren dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid di kompleks Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin ini diharapkan akan melahirkan generasi-generasi yang taqwa. Dalam era sekarang ini, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, anak-anak generasi muda kita harus didekatkan dan dibekali ilmu agama,” ucap Agus Ambo Djiwa.

Menurut dia, untuk menangkal hal-hal negatif di era zaman milenial atau jaman now, salah satu cara adalah mendidik anak-anak generasi bangsa di pondok-pondok pesantren. Kita tidak ingin anak-anak sebagai penerus bangsa hancur.

“Marilah kita ramai-ramai mendukung pondok pesantren ini. Ajaklah anak-anak kita dalam rangka membangun generasi yang taat dan taqwa kepada Allah SWT,” ujar Bupati Agus.

Ki-Ka: Ketua Kerukunan Keluarga Bumi Gora (KKGB) NTB Sulawesi Barat HM Natsir yang juga mantan Sekda Pasangkayu, Wakil Bupati Pasangkayu HM Saal, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Tuan Guru Zaini Abdul Hanan LC, Tuan Guru Mulzayyin, MA dan PWNW Sulawesi Barat KH AA Muh. Syakira pada Hultah 19 NW Sulawesi Barat di Pontren Syaikh Zainuddin NW Pasangkayu, Minggu, 13 Mei 2018. (Foto: Ishaka)

Terkait infrastruktur jalan menuju pondok pesantren, Agus berjanji untuk membenahinya. Kata dia, jalan masuk ke pesantren ini akan menjadi perhatian dan ini komitmen pemerintah daerah.

Bupati menyampaikan pesan agar seluruh masyarakat Indonesia khususnya Pasangkayu harus mampu menjaga kebersamaan dan menjaga persatuan dan kesatuan.

“Jaga kebersamaan, tingkatkan persatuan kesatuan bangsa. Insya Allah negara kita tetap jaya, dan daerah kita (Pasangkayu) akan tetap maju dan terus berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Pimpinan PBNW Tuan Guru Zaini Abdul Hanan menyampaikan, saat ini Nahdatul Wathan sudah tersebar di 24 provinsi di Indonesia.

Sejak berdirinya 83 tahun hingga saat ini, NW telah mendirikan sekira 3000 masdrasah di seluruh wilayah nusantara.

“Nahdatul Wathan sudah berusia 83 tahun. NW sudah dewasa dalam menjalan tugas yang  maha mulia yaitu menuju surganya Allah,” ucap Tuan Guru Zaini.

Sedangkan tauziah atau ceramah agama disampaikan oleh Biro Dakwah PBNW Tuan Guru Mulzayyin.

ISHAKA MUH. TOIB

TINGGALKAN KOMENTAR