Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Haji Andi Mappangara, S.Sos (kanan) menerima Naskah Dokumen LKPj Gubernur Sulawesi Barat yang diserahkan oleh Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd (kiri) dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju, Senin, 17 April 2017. (Foto: Humas)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Barat  ke-2/Masa Sidang II Tahun Sidang 2017, berlangsung pada Senin, 17 April 2017, dengan agenda Rapat Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Sulawesi Barat Tahun 2016 di hadapan Sidang Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat diwakili oleh Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd. berikut saripati sambutannya.

Laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Barat pada Tahun 2016 mencapai 6,03 persen, angka ini di atas rata-rata angka pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,02 persen.

Laju pertumbuhan ekonomi yang impresif tersebut dipengaruhi oleh konsistensi pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi di daerah serta semakin pesatnya kinerja pertumbuhan ekonomi di berbagai bidang, seperti perkebunan, pertanian, pertambangan, jasa industri, dan lainnya.

Demikian salah satu petikan sambutan Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd pada Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Sulbar itu.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd Ismail juga menyampaikan, pada tahun 2016 selain perbaikan laju pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Provinsi Sulbar juga telah melakukan upaya perbaikan lainnya.

Seperti pada bidang pendidikan, di mana nilai angka partisipasi sekolah (APS) di Sulbar selama kurun waktu 2012 – 2015, untuk SD misalnya, sangat tinggi atau mencapai 98,00 persen. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2012 yang sebesar 95,66 persen. Sedangkan APS pada level SMP dan SMA pada tahun 2015 masing-masing sebesar 89,84 persen dan 67,14 persen.

Pada bidang kesehatan, lanjut Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd, keberhasilan pembangunan dapat dilihat pada beberapa aspek, seperti perkembangan sarana dan prasarana kesehatan, salah satunya adalah meningkatnya angka harapan hidup penduduk Provinsi Sulbar secara umum. Tahun 2014 sebesar 64,04 persen menjadi 64,22 persen pada Tahun 2015.

Untuk pengentasan dalam bidang kemiskinan juga mengalami peningkatan signifikan, dimana pada Tahun 2006, yang merupakan awal berdirinya Provinsi Sulbar, persentase penduduk miskin sebesar 19,30 persen dan dapat diturunkan menjadi 11,19 persen pada tahun 2016. Namun masih berada di atas angka rata-rata nasional yang sebesar 10,70 persen.

Selain itu, urai Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd, untuk penurunan tingkat pengangguran juga telah berhasil diturunkan, dimana pada tahun 2016 menjadi 3,3 persen atau berada jauh di bawah angka rata-rata nasional sebesar 0,40 persen.

Sementara untuk pembangunan jalan, dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan. Pada Tahun 2016 sekitar 763,17 kilometer, dengan kondisi mantap 86 persen dan kondisi tidak mantap 14 persen. Untuk Jalan Provinsi pada Tahun 2016 sepanjang 349, 62 kilometer, dengan kondisi baik 21,10 persen, kondisi sedang 38,30 persen, dan kondisi rusak berat 40,60 persen. Advertorial

HUMAS/SEKRETARIAT DPRD SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR